Hangat, Kabur, Tapi Bukan Ngompol Kok

Blurred

Samar, semuanya terlihat kabur.
Entah apa yang akan hadir nanti, semua terlihat ngawur…

Rasanya mungkin akan sangat hangat rembes hingga bagian terdalam,
ya betul rasanya seperti perasaan waktu ngompol.

Samar, rasanya tak ada ujung dari semuanya, mengejar yang tak perlu dikejar, mendamba yang tak perlu didamba..
Entah bulatan-bulatan cahaya apa yang akan hadir nanti…
Itukah kamu? atau hanya bayang semu akan harap didamba dan dikejar…
entahlah…tapi aku yakin gak lagi ngompol kok

Notes:
Hahaha ini post jadul yang gak sempat diposting, gak relevan ditahun dan kondisi sekarang, tapi… kasihan dia bersembunyi terus biarlah keluar, entah jadi apa yang pasti jadi kelihatan…🙂

‘Duh, Apa Lagi Tuh IT Consumerization?

Beberapa minggu kebelakang, di perusahaan tempat gue kerja diadakan performance appraisal, ya mengukur kinerja karyawan gitu deh, KPI-nya tercapai gak.

Sebenernya gue bukan mau bahas PA-nya sih, tapi ada satu diskusi, lebih tepatnya sih kayak kuliah, karena gue yang nerima informasi dari bos gue which is adalah mantan dosen S2 gue juga. Beliau membeberkan apa sih yang harus gue lakukan sebagai salah satu team dari divisi R&D, yaitu tentang: mobile app era, IT Consumerization, Technology Roadmap, dan kalo gak salah ada juga tentang visibilitas perusahaan di media digital.

Nah, gue beberapa tau deh, tapi tentang IT Consumerization itu yang baru atau kayaknya pernah sekilas denger. Googling lah si gue ini, nemulah artikel yang gak terlalu berat dan enak di baca, ya orang bule sih yang nulis, tapi enak kok gaya bahasa dia, bisa di cek disini.

Setelah baca dari berbagai sumber termasuk link di atas itu, gw mendapatkan kesimpukan: “Bring your own device (to the office)”, the next thing who will happen. 

Karena nanti IT nanti bukan hanya milik segelintir orang, user bisa memutuskan ingin menggunakan teknologi dan devices apa di kantornya untuk menunjang pekerjaan mereka, jadi siapkah kita? Apa yang bisa kita lakukan? Menyediakan atau mengarahkan? Yang pasti tantangan selanjutnya untuk gue adalah: perkuat lini mobile apps yang multi platform, which is web based application yang memang banyak di kantor gue yang sekarang.

Sebagai tambahan, oleh-oleh research gue yang baru alakadarnya untuk mobile apps: http://www.cmswire.com/cms/customer-experience/responsive-design-for-sharepoint-websites-014867.php dan http://www.broculos.net/en/article/sharepoint-2010-branding-responsive-html5-masterpage-sharepoint-2010 dua link tersebut tentang apply responsive design technique, untuk sharepoint, karena platform di kantor gue banyaknya pake sharepoint. Terus kenapa pakai resposive web design technique? Insya Allah gue bahas di next post

Aku, Mbahnya Kerbau dan Ide-Ide Kandasku

Gua pernah denger ada istilah “Hanya kerbau yang jatuh ke lubang yang sama dua kali”, trus kalo lebih dari dua kali apaan ya?

Ini tentang gua, seorang pria yang baru saja menjadi ayah, umur sih masih muda.. di bawah 30 taun lah. Entah karena masih muda atau memang belum siap menjadi dewasa? Kadang gua tersiksa sendiri oleh ide-ide yang banyak tanpa ujung yang jelas, ya… gak hanya sekali…dua…tiga…empat…dan…. uh entah berapa ide yang kandas ditengah jalan.

Ababil, itu yang sering temen-temen bilang kalo ada orang yang dua detik atau yaa kurang dari sehari sekali berubah-rubah entah keputusan atau keinginannya. Gua kadang (mmm kayaknya sering) dibilang begitu.

Apa yang salah? Management waktu? banyak pikiran? pemalas? atau….sudahlah… karna gua yakin ide-ide itu kan mengkristal, dan gue harus terus lagi berbenah diri… (udah tua) daaaan….life must go on kawan….

“Hanya mbahnya kerbau yang jatuh ke lubang yang sama lebih dari dua kali”… ya boleh lah…mungkin itu istilah yang tepat buat gua…

Hell, Heaven and…?

Hari ini gw sakit sampe gak bisa masuk kantor, ya penyakit klasik, masih teman lama sih: Masuk Angin, atau bahasa inggrisnya: Enter Wind (i know..it’s not funny at all).

Pendeknya gw tidur seharian, ya paling whatsapp-an sama istri dan temen kantor, coz.. yeaa i’m not really buzy man but.. have many things to do. (actually had….)

Sambil tidur-tiduran entah kenapa gw kepikiran tentang surga dan neraka. Dan berbuah sebuah pemikiran:

Dunia ini adalah irisan dari dua set himpunan: Himpunan neraka dan Surga, dan seiring berjalannya waktu irisan itu semakin mengecil karena 2 himpunan itu semakin menjauh, dan yang berakhir hilangnya irisan itu dan juga yang berarti hilangnya dunia ini (baca: kiamat).

Bergeseranya 2 himpunan itu membawa anggota himpunannya bukan? Ada yang berada di himpunan surga dan ada yang berada di himpunan neraka. Setidaknya ada 5 pasangan himpunan surga neraka di Indonesia. Lalu jika tidak termasuk ke dalam yang 5 itu?

Ya karena hidup adalah pilihan dan memilih tidak harus selalu dari dua opsi, daaaan lagi irisan itu tidak hanya harus terdiri dari 2 set himpunan, sooo..?? Hell, Heaven and…?

My First Post In 2011

Update pertama di tahun ini nih. Pas banget lg rame masalah rencana pemblokiran layanan BB oleh kominfo. Gue terus terang baru tau,secara gue bukan pengguna BB, tapi droid user :p.

Tapi untuk pengguna BB, tenang aja,RIM selaku pedagang gak bakalan tinggal diem, secara pengguna BB di Indonesia kan paling banyak.

Dan untuk droid user,kebebasan akan terus bersama kita kawan!!  Cukuplah kita ber bahagia dengan paketan internet unlimited per bulan. Freedom in our hands! !

Idealnya Bikin Website Itu..

Note: Ini hanya opini saya saja, respon dari pengalaman saya mencari nafkah dari mendevelop website/web based application.

Opening

Membuat website dinamis pasti kita akan melakukan 3 buah pekerjaan utama, pertama membuat desain web di aplikasi pengolah gambar, kedua melayout desain menjadi sebuah HTML dimana didalamnya meliputi pekerjaan coding HTML, CSS dan Javascript dan ketiga membuat program back-end dengan salah satu server side programing language entah itu PHP, ASP.NET, Python, Ruby or mungkin C++? (ini mungkin loooh.. kan ada CGI).

Tidak sedikit dari pekerja web yang melakukan ketiga tahap itu sendirian. Dimana idealnya 1 tahap dikerjakan oleh 1 orang (atau team). Ya di Indonesia memang banyak Superman. dan pastinya rata-rata perusahaan di kita mencari Superman, tul ga?😆

Desain

Jika desain web dikerjakan oleh seorang professional graphic desainer, maka apa yang kita dapat adalah sebuah desain yang dibelakannya ada sebuah pemikiran, berisi dan pastinya bisa dipertanggung jawabkan. Desainer itu sekolah, ada ilmu untuk membuat sebuah desain (selain bakat).

Desainer grafis itu bukan hanya belajar untuk pake sotosop doang atau kalo orang-orang bule bilang Just a Pixel Pusher, jadi tidak perlulah kita bilang ke desainer : “Hey Kang desainer, itu bikin warna pink dong dan belakannya putih, kan ini edisi valentine”. Desainer pasti tau kenapa dia menggunakan sebuah warna untuk elemen tertentu, karena mereka belajar psikologi warna. Dan desainer tau cara meletakan sebuah tombol, garis, kotak dan sebagainya, karena mereka belajar human interaction, usability. Jadi percayakan urusan desain kepada Graphic Desainer.

Front-End Developer

Pekerjaan tahap kedua juga idealnya dikerjakan seorang front-end developer, dimana dia sangat menguasai HTML, CSS dan Javascript. Front-end developer bisa berangkat dari seorang desainer yang mempunyai kemampuan coding dengan bahasa di atas itu. Seorang front-end developer adalah seorang yang mengerti bagaimana interaksi manusia dan komputer, intinya seseorang yang memikirkan user experience. Karena dialah yang akan melayout tampilan dan menambakan interaksi ke sebuah website.

Back-End Developer

Nah di tahap ketiga ini dikerjakan oleh seorang yang mengerti dan menguasai bahasa pemrograman di sisi server, entah itu PHP, .NET, Ruby, Python dan masih banyak lagi. Di tahap ini pemrosesan yang membutukan interaksi ke server dibuat, entah itu query ke database, upload file, proses sebuah event dari front-end dan sebagainya. Developer di tahap ini tidak perlu lagi memusingkan akan seperti apa return value dikembalikan kepada user, pokonya dia hanya memikirkan sebuah proses berjalan dengan benar dan memberikan return value yang benar juga.

Konklusi

Ya.. yang namanya ideal itu sulit memang, tapi coba kalo kita lihat keuntungan yang didapat jika mengikuti idealnya pembuatan web seperti di atas itu, adalah sebuah hasil yang optimal karena masing-masing tahap dikerjakan oleh ahlinya.

Oke, back to reality, di kita mungkin sebagian sudah ada yang menerapkan-nya, tapi tidak sedikit yang masih menggunakan jasa Superman. Karena menggaji superman berarti memiliki pisau McGyver….😆 CMIIW.

Untuk Yang Lagi Bingung Mau Belajar Atau Mau Jadi Apa

Belajar apa sih yang worthed untuk jangka waktu tahun ini sampe tahun berikutnya? Jawaban gua: (pendapat pribadi) belajar untuk menjadi professional web developer/web designer adalah keputusan bijaksana, tentunya jika minat dan bakat anda ada di sana (designer / developer a.k.a programmer).

Kenapa saya katakan demikian, karena  internet bukanlah sesuatu yang asing lagi sekarang, setidaknya di Indonesia yang sudah mulai menggeliat usaha .com-nya baru-baru ini. Kemajuan ini tidak lepas dari mewabahnya situs-situs jejaring sosial, sebut saja FB dan twitter, dua situs jejaring sosial terbesar dan paling banyak digunakan di Indonesia. Ya, Web 2.0 semakin mewabah semenjak adanya situs jejaring sosial.

Situs atau website, adalah media yang digunakan di internet, baik untuk berdagang, “ber-sosialisasi”, memberi informasi, ber-iklan dan sebagainya. Bayangkan, sekarang saja pengguna internet di dunia ini menurut Internet World Stat sudah menembus 1.802.330.457. Dan jumlah website di dunia ini menurut survey netcraft di bulan Juni 2010 ada 206.956.723 sites, bukan jumlah yang sedikit bukan, dan itu setiap 2 tahun bertambah 2 kali lipat, yang menandakan orang itu makin banyak yang bikin website. Selain itu lowongan Web Developer sekarang mulai banyak memenuhi inbox saya, baik itu dari jobstreet ataupun jobsDB, minimal ada 3 lowongan tiap email-nya.

Kemudian, sebuah perusaahan besar seharusnya perlu departemen khusus yang ngurusin websitenya, setidaknya itu yang saya baca dari buku Professional Web Design, karena: ngurusin website itu bukan kerjaan sampingan. Membutuhkan orang-orang yang selalu update content, desain, layout, dan update ilmunya seputar web technology. Bukan departemen IT atau Marketing, tapi ada bagian khusus yang mempunyai tanggung jawab akan website sebuah perusahaan, yang isinya adalah professional-professional web designer dan web developer.

Jadi? Ada yang tertarik jadi web developer atau web designer? Untuk web designer, selain kemampuan desain layout web dengan aplikasi desain, mulailah belajar  XHTML/HTML + CSS + Javascript atau library javascript seperti jQuery, mootools, etc. Kemudian untuk web developer mulailah memilih salah satu dulu bahasa dinamis web: entah itu ASP.NET, PHP, Ruby, Python dan masih banyak lagi.

Oke! Semoga bermanfaat postingan gua kali ini. Selamat belajar kawan!