Note: Ini hanya opini saya saja, respon dari pengalaman saya mencari nafkah dari mendevelop website/web based application.
Opening
Membuat website dinamis pasti kita akan melakukan 3 buah pekerjaan utama, pertama membuat desain web di aplikasi pengolah gambar, kedua melayout desain menjadi sebuah HTML dimana didalamnya meliputi pekerjaan coding HTML, CSS dan Javascript dan ketiga membuat program back-end dengan salah satu server side programing language entah itu PHP, ASP.NET, Python, Ruby or mungkin C++? (ini mungkin loooh.. kan ada CGI).
Tidak sedikit dari pekerja web yang melakukan ketiga tahap itu sendirian. Dimana idealnya 1 tahap dikerjakan oleh 1 orang (atau team). Ya di Indonesia memang banyak Superman. dan pastinya rata-rata perusahaan di kita mencari Superman, tul ga?
Desain
Jika desain web dikerjakan oleh seorang professional graphic desainer, maka apa yang kita dapat adalah sebuah desain yang dibelakannya ada sebuah pemikiran, berisi dan pastinya bisa dipertanggung jawabkan. Desainer itu sekolah, ada ilmu untuk membuat sebuah desain (selain bakat).
Desainer grafis itu bukan hanya belajar untuk pake sotosop doang atau kalo orang-orang bule bilang Just a Pixel Pusher, jadi tidak perlulah kita bilang ke desainer : “Hey Kang desainer, itu bikin warna pink dong dan belakannya putih, kan ini edisi valentine”. Desainer pasti tau kenapa dia menggunakan sebuah warna untuk elemen tertentu, karena mereka belajar psikologi warna. Dan desainer tau cara meletakan sebuah tombol, garis, kotak dan sebagainya, karena mereka belajar human interaction, usability. Jadi percayakan urusan desain kepada Graphic Desainer.
Front-End Developer
Pekerjaan tahap kedua juga idealnya dikerjakan seorang front-end developer, dimana dia sangat menguasai HTML, CSS dan Javascript. Front-end developer bisa berangkat dari seorang desainer yang mempunyai kemampuan coding dengan bahasa di atas itu. Seorang front-end developer adalah seorang yang mengerti bagaimana interaksi manusia dan komputer, intinya seseorang yang memikirkan user experience. Karena dialah yang akan melayout tampilan dan menambakan interaksi ke sebuah website.
Back-End Developer
Nah di tahap ketiga ini dikerjakan oleh seorang yang mengerti dan menguasai bahasa pemrograman di sisi server, entah itu PHP, .NET, Ruby, Python dan masih banyak lagi. Di tahap ini pemrosesan yang membutukan interaksi ke server dibuat, entah itu query ke database, upload file, proses sebuah event dari front-end dan sebagainya. Developer di tahap ini tidak perlu lagi memusingkan akan seperti apa return value dikembalikan kepada user, pokonya dia hanya memikirkan sebuah proses berjalan dengan benar dan memberikan return value yang benar juga.
Konklusi
Ya.. yang namanya ideal itu sulit memang, tapi coba kalo kita lihat keuntungan yang didapat jika mengikuti idealnya pembuatan web seperti di atas itu, adalah sebuah hasil yang optimal karena masing-masing tahap dikerjakan oleh ahlinya.
Oke, back to reality, di kita mungkin sebagian sudah ada yang menerapkan-nya, tapi tidak sedikit yang masih menggunakan jasa Superman. Karena menggaji superman berarti memiliki pisau McGyver….
CMIIW.

Asyik sih kalo punya team diatas
kalo ngerjainnya sendiri????
harus Bisa semuanya dan kadang Mentok Di Design Codingnya jadi ikutan error T_T , jadinya akhirnya cuma Web Alakadarnya bukan Ideal